Segala sesuatu itu paling pas adalah yang sedang sedang saja, apabila berlebihan, sesuatu yang baik pun akan menjadi tidak baik. Termasuk olahraga yang sekarang sudah menjadi gaya hidup. Orang yang melakukan olahraga di sela-sela kesibukan pekerjaannya semakin banya baik olah raga ringan atau berat. Ada yang bersepeda, lari, atau futsal dan lain sebagaina.
Ternyata olahraga selain membuat kita bugar dan membentuk tubuh yang ideal, juga bisa berpengaruh pada hubungan cinta suami istri.
Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di AS menunjukkan bahwa laki-laki yang berolahraga melebihi kewajaran mempunyai nafsu lebih rendah dibandingkan mereka yang melakukan latihan ringan. Dalam waktu yang lama, para ilmuwan berdebat tentang apakah olahraga mempunyai pengaruh pada keinginan bercinta dan reproduksi manusia.
Penelitian ini hanya menguji tentang berubahnya hormon dihubungkan dengan perilaku berolahraga. Tidak mengaitkan dengan berubahnya emosi dan perilaku bercinta yang sulit diukur. Penelitian ini dilakukan di University of North Carolina di Chapel Hill, AS.
Peneliti bertanya kepada responden yan berjumlah 1.100 laki-laki dewasa yang aktif secara fisik. Sebagian besar atlet berpengalaman yang selama bertahun-tahun ikut dalam pelatihan dan pertandingan.
Pertanyaannya seputar seberapa sering mereka berpikir tentang seks dan melakukan hubungan seks; kebiasaan mereka berolahraga, khsusnya dalam rutinitas dan intensitas mereka berolah raga setiap minggunya; juga tentang kesehatan mereka secara umum dan sejarah rekam medisnya.
Terungkap, atas dasar jawaban yang ada, disimpulkan oleh peneliti dengan membagi mereka ke dalam kelompok atas dasar rutinitas dan intensitas olahraga mereka. Dalam tentang rutinitas berolahraga per minggunya ada yang sedikit, sedang, dan banyak. Sementara dari intensitasnya ada ringan, sedang, atau sangat intens.
Mereka juga dikelompokkan atas dasar jawaban mereka tentang kehidupan bercinta ke dalam kelompok nafsu tinggi, sedang, dan rendah. Terakhir, para ilmuwan membandingkan kebiasaan olahraga mereka dengan minat dan keterlibatan mereka dalam seks.
Hasilnya ternyata menejutka, ditemukan pola yang jelas. Mereka yang dikategorikan olahraganya ringan sampai sedang malah mempunyai nafsu yang sedang atau tinggi. Sebaliknya, mereka yang olahraganya lama dan tingkatnya tinggi nafsunya lebih rendah.
Menurut penulis utama, Dr Anthony Hackney - profesor fisiologi olahraga dan ahli nutrisi di University of North Carolina, kelelahan fisik dan kadar testosteron yang lebih rendah setelah kelelahan akibat olahraga mempunyai peran dalam hal itu.
Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin berat dan semakin olahraga rutin maka akan semakin mengurangi libido rendah..
Sumber : dailymail.co.uk


